.

Seperti kecamuk badai yang memporak-porandakan segala hal. Aku tahu, kekacauan ini takkan berlangsung lama. Badai akan segera berlalu. Namun, dengan berlalunya, ia meninggalkan puing berserakan yang tak mudah untuk dibersihkan. Tak akan lagi sesempurna dulu. Dan tak akan kembali utuh seperti sebelum ia mengacaukan segalanya.

Advertisements

Saat Setia dan Cinta Dibayar Kekecewaan dan Rasa Sakit

Terdiam di sudut kamarnya, Widya memandang gambar dirinya. Seseorang merangkulnya dalam gambar itu, dan lalu kenangan masa lalu melayang dalam benaknya, kenangan saat masih bersama laki-laki terkasihnya. Teringat menyusuri jalanan kota dengan satu payung berdua saat hujan deras mengguyur. Saat itu dipandang menyenangkan untuk dijalani. Tertawa, bergenggaman erat, dan saat itu menggigil karena hujan. Namun…

Random

Tak perlu kata puitis, Tak butuh aksi romantis. Berlaku simple, dan bersikap optimis, Rasanya akan selalu berkesan manis. Tetap terpaku pada yang lalu, Takkan menjadikannya mudah berlalu. Bebaskan diri dari pikiran masa lalu, Yang mungkin berpotensi menjadi benalu. Benar, pandanglah ke depan, Jangan mendiami babak yang sudah dibelakang. Kelak hidupmu adalah sebuah kemajuan, Yang bukan…

Mungkin Aku Sedang Gila

Kau, mungkin bukan Dilan. Dan aku, tentu bukan Milea. Kau hanya seorang pria kelahiran 1990. Dan aku seorang wanita kelahiran 1991. Heii, angka kita hanya terpaut 1. Seharusnya, takkan jadi masalah jika kita bersama. Mau kah kau? Oh, maaf aku bukan melamarmu. Aku hanya memintamu. Bukan, bukan. Rasanya aku ingin memaksamu untuk jadi milikku. Tapi…

Apalah arti sebuah angka

19 November 26 tahun yang lalu. Usia yang cukup matang? Mungkin, bisa jadi iya, dan bisa jadi tidak. Apa kalian tahu maknanya apa? Kalau aku, jujur saja aku belum tahu. Orang bilang, angka ini menunjukkan bahwa seseorang sudah matang, sudah siap dengan kehidupan baru dan keluarga baru. Namun apa yang terpikirkan olehku sebenarnya hanya hal…

Aku mencintaimu, bukan hanya ragamu, namun seluruh yang ada dalam dirimu

Aku dulu sempat mengejarmu. Yang kala itu, hatiku benar-benar menggebu menginginkanmu. Kau mungkin tak pernah tahu, aku tak bermain-main dengan perasaan yang juga sempat ku ungkap padamu. Aku memang menutupinya dengan gurauan. Dan mungkin sebab itu, kau tak pernah menganggapnya serius. Kala itu aku punya keyakinan, bahwa rasaku ini tak bertepuk sebelah tangan. Karena kala…

Setia sang pujangga

Satu waktu yang telah berlalu, Sang pujangga termangu di ujung dermaga, Menatap Mega di ujung senja yang teduh, Dengan benak berangan tak karuan. Matanya tercermin sendu, Yang jika kau Selami kedalamnya, Adalah luka menganga seribu, Sungguh malang nasibnya terlihat. Sang pujangga menanti cintanya, Di tepi dermaga kala terucap janji itu, Janji temu berdua saat senja,…

Masihkan ‘dia’ duniamu?

Aku bisa saja menjadikanmu duniaku, Namun semua itu takkan berlaku, Jika nyatanya dirimu masih menduniakan yang lalu, Jika nyatanya dirimu masih merindukan sosok itu. Mentari bagimu mungkin hanya dia, Yang ketika gundah menghadirkan senja, Untuk kemudian kelabu meninabobokan hati, Namun akhirnya pekat membutakan nurani. Dia yang bagimu adalah dunia, Mengapa tak ada saat kau terpenjara…

Mimpi

Ini hanya mimpi, Cengkeraman maut mencekik, Napasnya terdengar dekat memburu, Mencekam jiwa, Menelan keberanian. Ini hanya mimpi, Gelap sunyi dan basah, Jiwa tak lama lagi bernyawa, Desah napas dalam hitungan tunggal, Sakit menjalar ke seluruh tubuh. Aku ingat ini hanyalah mimpi, Namun mata enggan terbuka kembali.

Benalu

Aku rindu, saat dirimu begitu jauh. Aku rindu, saat dirimu tak kudapati dalam dekapanku. Aku rindu, saat-saat masih kulihat tawamu. Aku rindu, saat senja masih menjadi cerita kau dan aku. Aku rindu, saat-saat bersamamu. Tawa dan hangat pelukmu. Ketika raga kita berjalan beriringan, berpadu dalam syahdu degup yang saling berpaut. Dan rindu itu kini, dan…